Majalengka Update - PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tidak menampik rencana penjualan BIJB kepada perusahaan asal Arab Saudi dan India. VP of ICT and Corcomm PT BIJB, Agus Sugeng Widodo mengatakan bahwa penjualan bandara yang berlokasi di Kertajati, Majalengka, tidak akan dilakukan secara penuh, melainkan hanya dalam bentuk investasi saham.
Dengan demikian, menurut Agus, tidak benar jika perusahaan asal dua negara tersebut akan mengambil alih total Bandara Kertajati.
Agus juga menegaskan bahwa perusahaan dari kedua negara tersebut hanya sebatas calon yang akan berinvestasi di Bandara Kertajati.
Agus menjelaskan bahwa investasi ke sebuah perusahaan merupakan hal yang wajar. Pasalnya, investasi tersebut akan membantu menggeliatkan perekonomian dan beberapa sektor lain dari Bandara Kertajati itu sendiri.
Investasi saham akan membantu memperkuat posisi Bandara Kertajati dalam persaingan dengan bandara lain di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Selain itu, dengan adanya dukungan dari perusahaan asal Arab Saudi dan India, Bandara Kertajati akan dapat meningkatkan kapasitas dan layanannya, sehingga dapat meningkatkan jumlah penumpang dan penerbangan yang melewati bandara tersebut.
Hal ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan potensi wilayah Majalengka sebagai tujuan wisata dan tempat bisnis yang potensial.
Secara keseluruhan, penjualan saham Bandara Kertajati kepada perusahaan asal Arab Saudi dan India dapat memberikan banyak manfaat bagi pengembangan bandara dan perekonomian wilayah Majalengka.
Namun, pihak BIJB menegaskan bahwa perusahaan asal dua negara tersebut hanya sebatas calon investor saja dan tidak akan mengambil alih total Bandara Kertajati.***
