Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Gelombang Tiga, Pemkab Majalengka Siapkan Anggaran Sebesar Rp45 Miliar

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Gelombang Tiga, Pemkab Majalengka Siapkan Anggaran Sebesar Rp45 Miliar. Pemerintah Kabupaten Majalengka siapkan anggaran senilai Rp 45 miliar untuk menghadapi kemungkinan adanya lonjakan Covid-19 gelombang tiga, yang kasusnya kini terus meningkat.

ilustrasi covid19 mengganas di Majalengka siapkan dana 45miliar
Ilustrasi. (Gambar : /Pixabay/Crissa)


Dana akan ditambah kembali manakala dibutuhkan melalui refocusing anggaran.

Anggaran sebesar itu diperuntukan bagi penanganan kasus yang menjalani perawatan ataupun isolasi mandiri, biaya operasional tracing, testing dan dana sosialisasi serta kebutuhan anggaran lainnya yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

Dana tidak termasuk Dana Desa masing-masing sebesar 8 persen dari DD yang diterima setiap desa.


Menurut keterangan Sekda Majalengka Eman Suherman, Minggu 13 Februari 2022 lonjakan kasus yang terjadi pada bulan Februari ini dugaan sementara adalah Covid-19 Omicron.

Meski demikian secara pasti belum diketahui karena Kabupaten Majalengka tidak memiliki laboratorium penelitian.

“Kami masih melakukan uji lab di Bandung, sampel dikirim minggu lalu hasilnya sekarang belum keluar masih menunggu kejelasan. Sekarang untuk menekan penularan butuh kewaspadaan semua masyarakat,” ungkap Eman.

Namun menurut Eman dari ciri-cirinya berdasarkan keterangan ahli epidemiologi adalah Covid-19 Omicron.

Ciri-ciri tersebut adalah cepatnya penyebaran, dan juga penyembuhan yang demikian cepat serta gejala yang lebih ringan jika dibanding varian sebelumnya.

“Sekarang dari keterangan yang saya terima masa penyembuhan hanya lima hari, sedangkan sebelumnya mencapai belasan hari,” katanya.

Pemaparan yang terjadi di Majalengka diduga berasal dari luar daerah yang berkunjung ke Kabupaten Majalengka serta warga Majalengka yang melakukan perjalanan ke luar daerah dan pulangnya terpapar virus, kemudian menyebar kepada orang lain yang melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan.

Eman belum bersedia menyebutkan kelompok usia mana yang kini paling tinggi terpapar virus Covid-19, dan apakah kelompok yang sudah di vaksin atau belum.

Hanya menurutnya untuk kasus yang meninggal hampir kebanyakan kelompok lansia yang belum di vaksin. 

“Dua hari lalu kasus meninggal kedua-duanya adalah lansia dan mereka belum di vaksin. Hanya untuk yang terpapar virus kini belum ada kajian kelompok usia berapa dan apakah mereka sudah di vaksin atau belum,” ungkapnya.

Pada Minggu 13 Ferbruari 2022 terjadi penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 56 kasus dengan demikian jumlah kasus terkonfirmasi yang menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Rumah Sakit bertambah menjadi 297 orang.

Sebanyak 284 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, 1 kasus menjalani perawatan di RSUD Majalengka, 6 kasus menjalani perawatan di RSUD Cideres dan 6 di luar Kabupaten Majalengka serta 1 kasus dinyatakan meninggal dunia.

Kini Bupati Majalengka Karna Sobahi menyatakan Kabupaten Majalengka berada di PPKM Level 2. Dengan begitu semua aktivitas dilakukan seperti biasa namun dengan pembatasan.(Pikiran Rakyat)

Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK

Founder infolabmed.com, bankdarah.com, buku pertama "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Content writer di atlm-edu.id, indonewstoday.com, eksemplar.com dan kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com. Media sosial : https://lynk.id/imaduddinbadrawi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Formulir Kontak